Sulitkah mendapatkan….yang namanya Uang….

Ada orang mengatakan uang adalah segalanya namun ada pula yang bilang uang bukanlah segalanya. Lalu bagaimana dengan Anda? Apa yang Anda pikirkan tentang uang?

  1. Uang dapat membeli Jam, tapi bukan waktu
  2. Uang dapat membeli buku, tapi bukan ilmu
  3. Uang dapat membeli makanan, tapi bukan selera
  4. Uang dapat membeli darah, tapi bukan nyawa
  5. Uang dapat membeli yang terbaik, tapi bukan keindahan
  6. Uang dapat membeli kosmetik, tapi bukan kecantikan
  7. Uang dapat membeli Rumah megah, tetapi bukan tempat tinggal
  8. Uang dapat membeli obat, tapi bukan kesehatan
  9. Uang dapat membeli kemewahan, tapi bukan kebiasaan
  10. Uang dapat membeli hiburan, tapi bukan kebahagiaan
  11. Uang dapat membeli jabatan, tapi bukan kehormatan

 

Stttttt……Tujuh Rahasia Wanita Saat Bercinta

Menjalani kehidupan seksual, pasangan suami istri tidak bisa saling egois. Masing-masing perlu memahami keinginan pasangan agar sama-sama mencapai kebahagiaan dalam berumah tangga.

Masalahnya, seringkali wanita tidak berani mengungkapkan apa yang ia rasakan. Akibatnya, banyak suami bertanya-tanya, bagaimana bisa memuaskan pasangannya.

Yang perlu diketahui para suami, wanita memiliki rahasia yang bisa membuat gairahnya makin menggebu-gebu. Agar suami tidak lagi merasa bingung, artikel ini membocorkan tujuh rahasia bercinta wanita, seperti dikutip dari Timesofindia.

1. Ungkapkan perasaan cinta

Gairah wanita akan lebih mudah menyala bila mereka mendengarkan ungkapan-ungkapan tentang perasaan cinta dari pasangannya. Pria harus bisa mengutarakan perasaannya, agar hasrat bercinta sang istri bisa tersulut dalam waktu singkat.

2. Banyak wanita khawatir tentang penampilan

Setelah menikah dan melahirkan, banyak wanita yang merasa kurang lagi bagi pasangan. Karena itu, untuk meningkatkan rasa percaya dirinya, sesekali berikan pujian padanya. Hal ini akan berefek pada ‘aksi’ wanita saat bercinta.

3. Wanita ingin suami membantu meningkatkan mood bercinta

Wanita membutuhkan perasaan dan perlakuan yang lembut sebelum bercinta. Misalnya, bagaimana memperlakukannya saat ke tempat tidur. Hal ini sangat mempengaruhi respon dan performanya di tempat tidur. Sikap tidak perhatian, bahasa kasar, nada kasar, kata-kata menyakitkan, dan kritik hanya membuat wanita sulit merasa antusias dan bersemangat saat berhubungan seks.

4. Orgasme bukan suatu keharusan bagi wanita

Banyak pria berpikir bahwa pasangan baik adalah yang bisa membuat wanita mencapai puncak kenikmatan seksual. Memang tidak salah jika bisa menyenangkan pasangan, tapi keharusan klimaks tidak selalu penting bagi wanita. Terkadang daripada harus klimaks, wanita lebih menyukai foreplay saja.

5. Jangan terlalu serius saat bercinta

Bercinta dengan selingan main-main justru lebih berkualitas. Banyak pria yang terlalu serius tentang kegiatan seks. Mereka lupa untuk tertawa, romantis, nakal, dan bersenang-senang. Bercinta sambil melakukan permainan dapat membuat momen intim menjadi menyenangkan dan santai.

6. Wanita suka belaian

Wanita menyukai perlakuan romantis, pelukan, pegangan tangan dan ciuman. Banyak wanita mengeluh, karena pasangan mereka jarang atau tidak pernah melakukan hal ini. Tak hanya saat bercinta, saat menghabiskan waktu berdua, wanita suka dimanja dengan sentuhan dan ciuman.

7. Pentingnya perhatian hangat setelah bercinta

Sebagian wanita mengeluhkan pasangan mereka yang langsung tertidur setelah bercinta. Memang benar bahwa ketika seorang pria berhubungan seks, tingkat endorphinnya sangat tinggi. Setelah ejakulasi, pria melalui sebuah fase refraktori saat dia kehilangan ereksi. Sedangkan bagi wanita, fase itu terjadi secara bertahap.

Jadi, jika Anda tidak suka pasangan langsung tidur, katakan padanya. Ajak suami mengobrol saat Anda masih dalam pelukannya. Setelah itu, Anda berdua pun bisa tertidur pulas. (pet) Viva.com

Dokter pun “Dak dik duk menanti kelahiran anak pertama”

ini tulisan dari adek saya yang di muat di facebook tertanggal 27-07-2007 bertepatan dengan ultah ke 3 anak pertamanya , meskipun dokter dan istrinya juga dokter menanti kelahiran anak pertama pasti dak dik duk perasaan…

ini tulisan  dari Dr. Wahyudi pengalaman menanti anak pertamanya :

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Wahai anandaku……..

Tepat 3 tahun yang lalu 27-07-2007 dinihari, ditemani temaram lampu desa yang redup. Tepat saat itu di rumah kontrakan Mas Joko di desa 4 karang bintang, mamakmu berputar-putar, menggigit, mencubit dan teriak kayak orang setengah kesurupan setengah “mate-mate jangang”* bikin aku abahmu ini hilang akal, sampai-sampai suction* yang terbuat dari plastik ikut direbus juga, walau maksudnya untuk disterilkan namun walhasil suction-nya menciut rusak.

Jeritan mamakmu semakin keras seiring derasnya kiriman air dari hutan sebelah yang sudah gundul. Hujan pun tak kunjung reda sembari terdengar gemuruh guntur dan percikan cahaya kilat yang masuk dari celah-celah kayu dinding rumah, mungkin mereka lagi bergembira sepertinya mereka lagi mandi-mandi hujan. Terdengar kabar dari mulut ke mulut bahwa sebuah truck dan 2 buah mobil ranger mogok karena terperangkap banjir. Mungkin tinggal sekitar rumah itu yang belum tergenang air.

Buyar sudah rencana untuk menyambut kedatanganmu wahai anandaku, padahal sudah terencana bahwa kedatanganmu anandaku akan kami sambut dengan tuntunan tangan ahli obgyn dengan fasilitas kamar Super VIP RS Ulin atau RS Sari Mulia di Banjarmasin. Tapi semuanya buyar, yang ada tinggal do’a serta was-was semoga tidak terjadi apa-apa denganmu maupun mamakmu anandaku. Usaha untuk menelpon keluarga dan handai taulan sekedar meminta do’a keselamatan juga tak kesampaian karena signal telepon di desa itu memang belum ada, bahkan daerah bukit dekat rumah tempat kami cengke-cengke* mencari perhatian signal telepon pun signalnya tidak ada. Tapi dengan sedikit kesabaran akhirnya tersambung juga lewat telpon, doa’-doa’ Kai Banjar dan Nenek Banjarmu anandaku yang merupakan abah dan mama kandung aku abahmu ini anandaku.

Mamakmu semakin keras menjeritnya, sepertinya bukan setengah kesurupan lagi tapi benar-benar “mate-mate jangang” dia sudah. Berputar-putar, menggigit, mencubit sampai mencakar. Kata-kataku yang berulang kali kuucapkan kepada mamakmu “tarik nafasta sayang” tidak dihiraukannya, malah jeritannya menjadi-jadi.

Entah sudah berapa hanscoen* yang kupakai untuk memeriksa hingga akhirnya serviks* mamakmu tempat pintu kedatanganmu anandaku terbuka dengan kelebaran maksimal. “Ayo sayang mengejan yang kuat, lagi….lagi……jangan putus” kataku kepada mamakmu saat HIS*-nya timbul. Berulang-ulang kali seperti itu, “ayo sayang itu rambutnya sudah kelihatan, kalo nda cepat nanti ada apa-apa dengan anak kita” bujukku kepada mamakmu kala itu anandaku. Tetapi sudah hampir dua jam kamu anandaku belum mau juga menampakkan dirimu, padahal yang kami minta cuma tampakkan kepalamu saja, urusan badan, tangan dan kakimu itu urusanku wahai anandaku.

Aku abahmu ini makin hilang akal wahai anandaku. Segera ku panggil sahabatku, Maming Adi namanya, kawan seperjuangan sekantor di Puskesmas Lasung Kusan Hulu. Kubisikkan dia kata-kata “tolongakan ming ai ambiliakan bu sulastri”*. Tanpa banyak komentar New Escudo 1.6 biru metalik yang selalu menemani kami kala itu melaju kencang untuk menjemput sahabat seperjuangan kami seorang bidan desa di desa 6 kusan hulu, Bu Sulastri namanya.

Mamakmu sudah terlihat sangat letih anandaku , dengan seribu rayuan dan gombalanku serta bisikan kata-kata cinta yang memang sudah keahlianku, akhirnya mamakmu mau untuk dipasang infus* anandaku. Tanpa pikir panjang dan dengan sekali tusukan yang mantap Terumo no.20* berhasil terpasang. Dektrose 5%* yang sudah beberapa jam tergantung siap siaga akhirnya mengisi segenap penjuru pembuluh darah mamakmu wahai anandaku. Entah sudah berapa lama waktu berlalu, tetapi kamu anandaku belum mau juga menampakkan wajahmu.

Saat was-was semakin melanda, Asmaul Husna dan Salawat Taslim serta rintihan pengharapan berupa doa’-doa’ mengalir deras dari bibir-bibir kami. Nenek ummi, ibu dari mamakmu wahai anandaku yang sedari tadi terlihat cemas di pojok rumah tak sanggup untuk masuk ke kamar mamakmu, tetapi terlihat jelas tasbih-nya terus bergulir satu demi satu diiringi mulutnya bergerak komat-kamit. Kemudian terdengar bunyi raungan mesin Escudo, tak lama kemudian sahabat-sahabat kami tiba, Maming adi bergabung dengan nenek ummi, sedangkan bu bidan Sulastri langsung masuk ke kamar kami. Tanpa basa-basi bu Sulastri membuka persenjataannya, lengkap seperangkat partus set*, suction dan ambu bag* bayi, katanya hadiah saat mengikuti pelatihan asuhan neonatal* yang baru saja dia ikuti.

Setelah satu jam berlalu, kami bergantian melakukan berbagai manuver, dari mengangkat paha mamakmu hingga mendorong perut mamakmu agar kamu anandaku mau keluar, tapi tetap kamu tidak mau muncul anandaku. Mungkin salah satu penghalangnya adalah episiotomi* yang merupakan indikasi yang sangat perlu tidak berhasil kami lakukan anandaku, soalnya setiap gunting tersentuh di perineum* mamakmu, sekonyong-konyong kaki mamakmu mendarat di muka abahmu ini anandaku. Tetapi beriring dengan takbir yang terus mamakmu ucapkan, akhirnya kamu anandaku sudi juga menampakkan wajah imutmu. Tetapi ketegangan tidak sampai disitu anandaku, dua lilitan tali pusarmu mengekang erat di lehermu, terlihat jelas bekasnya. Dengan kelincahan tangan bu Sulastri dua klem* terpancang di tali pusarmu yang entah sejak kapan mencekik lehermu, lalu dengan sigap dia menggunting tali pusar diantara dua klem itu. Segera setelah gunting itu memutus tali pusarmu, seketika itu pula kamu anandaku berputar dan terpelanting ke kasur di antara selangkangan mamakmu.

Setelah seutuh tubuhmu keluar dari uterus* mamakmu, bukannya bahagia yang kami rasakan tetapi dentuman jantung kami terasa lebih kencang. Pasalnya, kamu anandaku menampakkan diri tanpa suara sedikitpun, tanpa nafas dan tanpa bunyi denyutan jantung. Entahlah berapa nilai Apgar score*-mu saat itu anandaku. Tanpa pikir panjang kukaitkan earpiece stetoskop* dikedua telingaku, kulekatkan permukaan bel* maupun diafragma stetoskop* silih berganti di dadamu wahai anandaku. Cukup lama kutunggu terdengarnya bunyi yang kuharapkan dari dadamu, namun hanya keheningan yang terdengar olehku, saat itu juga kuraih tubuhmu, kutepuk-tepuk punggungmu, kamu tak bereaksi anandaku lalu ku lekatkan mulutku tepat di hidung dan mulut imutmu, kuisap berharap ada cairan ataupun lendir yang keluar namun kamu masih belum bereaksi. Aku bingung, kulihat bu sulastri sibuk mengeluarkan sisa plasenta*-mu dari rahim mamakmu wahai anandaku. Kembali kulekatkan mulutku ke mulut kecilmu, kuhembuskan sedikit udara ke paru-parumu (mouth to mouth breathing)* namun kamu masih tak bereaksi anandaku.

Tiba-tiba bu sulastri sudah ada di hadapanku dengan ambu bag siap ditangannya, dilekatkannya ambu bag itu menutup mulut dan hidungmu anandaku, tanpa sadar kami melakukan manuver resusitasi* dengan irama yang harmonis. Bu sulastri terlihat dengan sigap dan pasti memompa ambu bagnya sedangkan aku sibuk memijit dadamu dengan kedua ibu jariku anandaku. Tak terasa 5 menit berlalu, kami diam sejenak untuk melihat reaksimu, namun kamu belum bernafas sedikitpun, denyut jantungmu pun belum terdengar, lalu kami melanjutkan aksi kami.

Tak terasa 20 menit berlalu, entah berapa kali kami berhenti sejenak untuk melihat reaksimu anandaku, namun reaksimu yang kami harap-harap tak kunjung datang. Tiba-tiba terdengar suara mamakmu dan ini adalah salah satu hal yang aneh dari mamakmu, lagi kritis-kritisnya kamu anandaku, sambil terisak tangis mamakmu masih sempat berucap “bawa sini anakku, moka kasi pake baju supaya gagahki”. Huffffff……..grrrrrrr..

……. coba bayangkan wahai anandaku, ini dia prinsip mamakmu yang bikin abahmu jatuh cinta benar-benar jatuh sejatuh-jatuhnya sama mamakmu “biar apapun yang terjadi yang penting gaya”.

Setelah sekitar 30 menit berlalu, aku dan bu Sulastri saling berpandangan seolah-olah ada isyarat di matanya yang aku tidak sanggup menerimanya, belum lagi isak tangis mamakmu yang terus menerus bertanya bagaimana keadaanmu anandaku. Akhirnya kami pun lunglai, tetesan air dari mataku tak kuasa lagi kubendung, entah sudah berapa lama mata ini tak mengeluarkan tetesan air sehingga tumpah ruah sejadi-jadinya, yah sejadi-jadinya. Ku pandangi bu Sulastri lalu kupandangi wajah mamakmu, tetesan air dari mataku semakin meruah seiring tumpah ruahnya hujan, guntur dan petir di luar sana.

Diantara hening itu, tiba-tiba muncul suara gemuruh mulai dari relung hatiku memenuhi dadaku, sesak rasanya, kemudian gemuruh itu mengisi setiap sudut otakku lalu mengalir ke sekujur tubuhku dan mulai keluar melalui kedua lubang telingaku, akhirnya memenuhi seluruh ruangan kamar itu, kemudian semakin keras, panas dan sakit tubuh ini memikulnya. Kemudian suara gemuruh itu seakan-akan membahana ke seluruh jagad semesta. Ku fokuskan pada satu suara diantara suara-suara itu, kuikuti lantunan suara-suara itu, semakin panas rasanya tubuh ini. “Astagfirullohal adziim, alladji laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum waatubu ilaih. Ya Rahman, ya Rahim, ya Hayyu, ya Qayyum. Allahumma solli ala muhammadin abdillahi qaimubihaqqillahi wasadaqah farja Allah”, lantunan suara itu terus membahana dan berulang, berulang dan berulang. Terus kuikuti lantunan itu, rasa panas tubuh dan dadaku tak kuhiraukan lagi. Allahu akbar, Allah Maha Besar, entah benar atau tidak yang kulihat kamu anandaku mengepalkan kedua tanganmu, tanpa sadar kulekatkan kembali stetoskop di dadamu wahai anandaku, di tengah keheningan dadamu, tiba-tiba terdengar suara “dub” samar dan sangat lemah. Beberapa detik kemudian terdengar lagi “dub”, kemudian terdengar lagi “dub”. Takjub dan heran diantara tetesan air dari mata yang tak kunjung reda itu, aku berteriak memecah lamunan bu Sulastri “bu… bu Sulastri, masih ada bu, Ayo bu!!!”. Dengan sigap ambu bag bu Sulastri kembali melingkupi mulut dan hidungmu anandaku dan aku abahmu kembali memijit dadamu dengan kedua ibu jariku. Entah berapa lama kami melakukan manuver itu, yang jelas rasa pengharapan yang belum pernah kurasakan sebelumnya membuatku tak menyerah anandaku.

Kemudian setelah beberapa saat kamu pun batuk anandaku, bunyi jantungmu pun mulai menguat “lup dub lup dub lup dub” kurang lebih seperti itu bunyinya. Kamu pun mulai bisa bernafas spontan walau sesekali bu Sulastri harus kembali memposisikan ambu bag dan memompanya membantumu mengenal bagaimana rasanya nikmat Allah yang namanya nafas anandaku. Tak lama kemudian kamu pun sudah bisa bernafas spontan dengan sesekali batuk.

Entah rasa apa saat itu, senang, terharu, takjub, heran, bercampur baur jadi satu. Walau dengan tubuhmu yang mungil hanya 2,2 kg dan panjang 48 cm serta kamu anandaku tidak mengeluarkan suara tangis sedikitpun, hingga hari ketiga baru aku mendengar suara tangisanmu, itu pun sekedar rintihan saja. Namun melihatmu bernafas spontan sesekali menggerakkan kedua tanganmu yang lemah betapa bangganya abahmu ini memiliki kamu anandaku. Seorang anak yang tanpa kenal menyerah berjuang demi hidup. Semoga Allah senantiasa melekatkan sifat tak kenal menyerah itu padamu hingga akhir hayatmu anandaku.

Melalui surat ini anandaku, kuucapkan Selamat Ulang Tahun untukmu wahai Ahmad Abdi Mutaaliy-Aam anandaku. Cuma satu harapan dan doa’ku untukmu. Semoga engkau menjadi anak yang soleh wahai anandaku. Amin, amin ya rabbal alamin.

Ingat anandaku peristiwa tepat 3 tahun lalu. Keberhasilanmu dalam berjuang untuk hidup bukan semata-mata dari dirimu sendiri atau dari aku abahmu atau dari mamakmu. Namun itu adalah keberhasilan semua beserta alam semesta. Makrifat Allah Ta’ala melalui Mahabbah-Nya mengisi relung jiwamu, jiwaku, jiwa mamakmu, doa’ nenek ummi, doa’ Kai dan Nenek Banjarmu serta perjuangan ikhlas sahabat-sahabat kita Bu Sulastri dan Om Maming. Sehingga jadi apapun kamu anandaku suatu saat nanti, tidak ada alasan untuk sombong dan angkuh. Andaikan engkau jadi pedagang yang kaya, keberhasilanmu itu lebih banyak ditentukan oleh pembeli-pembeli barang daganganmu, begitu pula andaikan kamu menjadi dokter yang berilmu, kekayaan ilmu itu tidak lain dari guru-guru, senior-senior, sahabat-sahabat dan pasien-pasienmu.

Tapi ingat anandaku, hari ini di hari ulang tahunmu, bukan hanya milikmu seorang namun lebih dari itu hari ini adalah milik mamakmu. Hari ini adalah hari ulang tahun juga buat mamakmu, yakni hari ulang tahun melahirkan. Jika kamu merayakan setiap hari ulang tahunmu seperti hari ini jangan lupa ucapkan “Selamat ulang tahun melahirkan ma, semoga tidak jera melahirkan lagi”.

Melalui surat ini pula, sampaikan kepada mamakmu bahwa aku abahmu sangat mencintai dan bangga bisa memegang erat tangannya melewati hari-hari dengan membawa sebagian beban hidup yang harus dipikulnya sebab mamakmu juga ikhlas memikul sebagian beban hidupku. Ingatkan kami wahai anandaku sekiranya suatu saat nanti ikatan hati kami terusik entah oleh apapun atau siapapun, ingatkan kami peristiwa tepat 3 tahun yang lalu 27-07-2007 dinihari yang lalu.

Satu lagi anandaku tolong sampaikan aku abahmu juga ingin mengucapkan ucapan selamat buat mamakmu. Ini ucapannya : “Selamat Ulang Tahun Melahirkan wahai Istriku tercinta. Aku ingin tiap bulan menjadi ulang tahun melahirkan bagimu. Ini kan sudah dua, Aam bulan juli dan Ilman bulan maret, jadi tinggal sedikit lagi genap setiap bulan kamu ulang tahun melahirkan dan artinya setiap bulan pula ada anak kita yang ulang tahun. Kan pesta lagi kita, uhhuuyyyy………. Tenang mi dapatma doa’-doa’ supaya nda gembrot ki”.

Demikian Anandaku…….
Wassalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh

Dari Abahmu yang cakep dan canggih

Wahyudi Maransyah

Cat :
Mate-mate jangang = epilepsi, penyakit ayan
Suction = alat penghisap lendir bayi baru lahir
Disterilkan = mensuci hamakan
Cengke-cengke = Jongkok-jongkok
Hanscoen = sarung tangan karet
Serviks = mulut rahim/ mulut kandungan
HIS = Kontraksi dari rahim saat proses persalinan
tolongakan ming ai ambiliakan bu sulastri = tolong ming, jemput bu sulastri
Infus = memasukkan cairan ke tubuh melalui pembuluh darah vena
Terumo no.20 = Jarum infus no.20
Dekstrose 5% = Cairan infus berisi dekstrose konsentrasi 5%
Partus set = peralatahan menolong persalinan
Ambu bag = Alat bantu pernafasan berupa pompa
pelatihan asuhan neonatal = pelatihan penanganan bayi baru lahir
episiotomi = memperbesar jalan lahir/ memperbesar vagina
Perineum = daerah antara kemaluan dan dubur
Klem = salah satu alat partus set berfungsi menjepit
Uterus = rahim/ kandungan
Apgar Score = sebuah sistem penilaian untuk bayi baru lahir
Earpiece Stetoscope = bagian dari stetoskop yang dikaitkan di telinga
Bel Stetoscope = bagian dari stetoskop berupa corong
Diafragma Stetoscope = bagian dari stetoskop berupa bulatan bermembran
Plasenta = Ari-ari
Mouth to mouth breathing = pemberian bantuan nafas dari mulut ke mulut
Resusitasi = bantuan hidup dasar

AHMAD ABDI MUTA’ALIY-AAM

Jappa jappa ri Mangkasara…Bernyanyi di Orange Karaoke….Asyik

MAKASSAR adalah kota terbesar di Pulau Sulawesi. Kota ini memiliki banyak tempat menarik, pulau-pulau eksotis, pantai yang indah, kesenian yang atraktif, hiburan, dan kuliner khas. Makassar juga merupakan pintu gerbang wisata lainnya di Sulawesi, seperti Tana Toraja, Bunaken, dan Wakatobi.

Sulawesi SelatanMakassar adalah Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan. Kota Makassar menempati wilayah seluas 175,7 kilometer persegi, berada di bagian selatan Sulawesi Selatan. Menghadap ke kaki langit Selat Makassar. Terletak di 119 derajat bujur timur dan 5,8 derajat lintang selatan atau tepat di tengah Indonesia.

Pariwisata
Makassar berjuluk kota Anging Mammiri. Dalam bahasa Makassar berarti angin sepoi-sepoi. Makassar merupakan kota pantai dengan angin lembut berhembus semilir dari laut setiap siang dan sore hari. Memiliki iklim tropis yang hangat dengan suhu antara 24 hingga 35 derajat celcius.

Makassar memiliki pemandangan matahari terbenam (sunset) yang indah. Bahkan konon, sunset di Makassar adalah salah satu yang terindah di dunia. Selain itu, ada beberapa pantai dan pulau-pulau indah yang bisa dikunjungi. Berbagai aktifitas menyenangkan dapat dilakukan seperti menyelam, berenang, memancing, melihat terumbu karang, atau sekadar beristirahat.

Bahari atau maritim memang menjadi ciri utama Kota Makassar. Tetapi wisata sejarah tidak kalah menariknya dan merupakan bagian dari gambar sejarah nusantara.

Kota ini menyediakan berbagai fasilitas. Ada sekitar 140 hotel mulai bintang lima hingga nonbintang, restoran, dan rumah makan dengan kekayaan kuliner. Ada juga sarana hiburan seperti bioskop cineplex, pub dan restoran, karaoke, mal, dan pasar tradisional. Sebagai kota terbesar di Sulawesi, Makassar merupakan pintu gerbang menuju obyek wisata populer lainnya di Pulau Sulawesi.

Makassar 3Kebudayaan
Makassar sesungguhnya bukan hanya nama sebuah kota, melainkan juga sebuah identitas kultural (kebudayaan). Suku Makassar adalah satu dari sekian banyak suku asli di Sulawesi, mendiami wilayah bekas Kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan bagian selatan. Ada pula Suku Bugis yang wilayah kulturalnya menempati sebagian besar Sulawesi Selatan bagian utara. Bugis adalah suku dengan populasi terbesar di Sulawesi.

Toraja juga merupakan identitas kultural yang menempati wilayah luas di jajaran pegunungan Latimojong di utara. Sedangkan Mandar adalah suku asli yang mendiami Sulawesi Barat.

Seluruh identitas kultural itu kini tumbuh subur di Makassar. Bercampur dengan suku-suku dari daerah lain di Indonesia, seperti Minahasa, Jawa, Bali, Melayu, Ambon, dan Tionghoa. Menciptakan keragaman budaya yang berwarna. Sepanjang tahun, selalu ada even kesenian yang digelar di Makassar. Mulai dari kesenian modern seperti festival musik populer dan jazz, teater, sampai festival kebudayaan lokal yang menampilkan kesenian atraktif.

Sumber : http://www.enjoysulawesi.com

Menghilangkan kepenatan dan kejenuhan kunjungi

Rumah Bernyayi keluarga :

ORANGE KARAOKE

Karaoke terkomplit di Makassar. Memiliki 24 ruang karaoke mulai dari small Room sampai Vip Room ,Menghadirkan system karaoke canggih,

Manfaat kan Promo Free All Room.


Reservasi :

Jl. Pengayoman F21 No.12-13 , Makassar – Tlp.0411-424969

Honda Scoopy….Metic Tren Anak Muda

Dialer Resmi Sepeda Motor Honda

PT. CENDRAWASIH JAYA SAKTI

Jl. Cendrwasih No. 450

Tlp. 0411-876678, Makassar

PT Astra Honda Motor (AHM) telah membuat motor skuter Terbaru dengan nama Honda Scoopy . Motor skuter ini lebih gaul mengikuti selera anak muda Zaman sekarang.

Honda Scoopy adalah motor skuter otomatik (skutik) dengan desain retro-modern. Dengan kata lain, Honda Scoopy merupakan interpretasi modern dari desain skuter serba bulat di masa lalu. PT AHM memberikan harga jual Honda Scoopy Rp 14 jutaan on the road Makassar. Mesin motor ini kabarnya menggunakan mesin milik Honda Beat dengan kapasitas 110cc.

Secara desain, maupun modelnya dibuat buat mereka penyuka skuter. Terlihat di seluruh desain skutik baru ini, mulai dari garis bodi, desain lampu depan, lampu sein, hingga sepasang kaca spionnya. Bedanya dengan skuter dulu, skuter retro-modern ini tidak dilengkapi dengan ban serep. Sisi samping Scoopy tampil dengan striping simple, emblem bergaya, dan tampilan belakang yang serba membulat.

Honda Scoopy akan dipasarkan dengan tiga pilihan warna, yakni classic white, retro pink, dan vintage violet. Untuk meningkatkan daya tarik, Honda Scoopy menggunakan velg racing, spion, dan pelindung knalpot yang tematis berwarna putih yang tampil serasi dengan dengan kombinasi warna bodinya.

Spesifikasi Honda Scoopy

Panjang x lebar X tinggi
Jarak sumbu roda
Jarak terendah ke tanah
Berat kosong
Tipe rangka
Tipe suspensi depan
Tipe suspensi belakang
Ukuran ban depan
Ukuran ban belakang
Rem Depan
Rem Belakang
Kapasitas tangki bahan bakar
Tipe mesin
Sistem pendinginan
Diameter x langkah
Volume langkah
Perbandingan kompresi
Daya maksimum
Torsi maksimum
Kapasitas minyak pelumas mesin
Kopling
Transmisi
Starter
Aki
Busi
Sistem pengapian
Karburator
Lampu depan
Lampu senja
: 1.844 x 699 x 1.070 mm.
: 1.240 mm.
: 150 mm.
: 94 kg. (tipe CW)
: Tulang punggung
: Teleskopik
: Lengan ayun dengan sokbreker tunggal
: 80/90 – 14 M/C 40P
: 90/90 – 14 M/C 46P
: Cakram hidrolik, dengan piston tunggal
: Tromol
: 3,5 liter.
: 4 langkah, SOHC
: Pendinginan udara dengan kipas
: 50 x 55 mm.
: 108 cc.
: 9,2 : 1
: 6,09 kW (8.28 PS) / 8.000 rpm.
: 8,32 N.m (0.85 kgf.m) / 5.500 rpm.
: 0,7 liter pada penggantian periodik
: Otomatis, sentrifugal, tipe kering
: Otomatis, V-Matic
: Electric starter & kick starter
: MF battery, 12 V –  3 A.h
: ND U24EPR9, NGK CPR8EA-9
: DC – CDI, Battery
: VK22x1
: 12V 32 W x 1
: 12V 5 W x 1

Naik Harga Sembako….No Problem ???

Hal yang sering terjadi memasuki Ramadhan Harga Barang kebutuhan Pokok cenderung naik tidak tanggung-tanggung kenaikan nya sampai 50% , ditambah lagi saat ini kebijakan pemerintah menaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) kebijakan sangat tidak populis dan tidak beroriantasi pada kebutuhan masyarakat, hal ini juga pemicu kenaikan kenaikan harga sembako saat ini.

Sepertinya budaya kenaikan Harga sembako sudah hal lumrah, yang tidak perlu menjadi perhatian Pemerintah, hal ini berulang terus dari tahun ketahun. PERIHATIN……, Tetapi kita tidak boleh mengeluh dan meratapi kondisi ini. Kita harus hadapi kenyataan ini dengan tenang dan mencari solusi terbaik.  Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk menyiasati kenaikan harga sehingga tetap bisa memenuhi kebutuhan kita dengan baik,  antara lain :

1.  Membeli beberapa kebutuhan pokok minimal 1 bulan sebelum puasa :

Untuk mendapatkan harga yang cukup murah sebaiknya membeli kebutuhan misalnya beras atau gula atau jenis barang yang tidak mudah rusak jauh jauh hari , sehingga kita terhindar dari kenaikan harga barang yang melonjak tinggi.

2.  Membeli kebutuhan pokok lebih banyak dari biasanya :

Dalam hal berbelanja biasanya kalo kita membeli banyak harga agak miring alias murah, ini bisa kita lakukan dengan membeli secara bersama , mungkin ada beberapa keluarga yang juga membeli kebutuhan pokok uangnya digabung kemudian salah satu keluarga yang membeli, dampak lainya mengurangi biaya pembelian ato transportasi.

3.  Membeli langsung di Tempat Grosir :

Membeli kebutuhan pokok ditempat grosir pasti jauh lebih murang ketimbang membeli ditempat ritel, tentunya sebelumnya kita harus survei dulu dimana lokasi pusat pusat grosir untuk kebutuhan pokok.

4.  Membeli makanan instan :

Ada baiknya kita punya persiapan makanan instan seperti mie ato ikan kaleng, telur, untuk berjaga-jaga bilamana harga ikan dan lauk lainya naik.

5.  Tips lainya dengan cara menabung barang kebutuhan pokok :

Mungkin anda heran gimana caranya menabung  kebutuhan pokok, bisalah…..contohnya gula, di keluarga saya setiap bulan belanja kebutuhan pokok  gula ditabung ato disimpan 1 kg setiap bulan memasuki bulan ramadhan tersedia 12 kg gula ini cukup selama bulan Ramadhan malah sampai lebaran.

inilah tips menyiasati naiknya harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan, semoga bermanfaat, mungkin masih banyak tips tips lainya, dan bersedia berbagi dengan saya.

Kenapa Aku Harus Heran….

“Heran” mungkin artinya “keadaan bertolak belakan dengan keadaan Normal”

Kita heran melihat anak berusia 2 tahun sudah pandai merokok, heran melihat Paul sigurita menebak pemenang juara dunia sepak bola, heran …, heran malah terheran heran melihat Ariel , Luna, ato Cut Tari ko bisa sampai seapes gitu.

Masih banyak heran heran yang lain yang kalo kita perhatikan pasti kita terheran-heran.

Kita heran…, dengan sikap pemerintah menaikan TDL, dalam kondisi serba susah….

heran …, dengan orang yg selalu sibuk mengorek mencari cacat kelemahan orang lain, sementara dia lupa akan cacat & aib yg ada pada dirinya …

heran …, dengan orang yg suka menghina orang lain, sementara dia tak sadar justru dirinyalah yg hina …

heran …, dengan orang yg suka menghujat mencaci-maki orang lain, sementara dia tak sadar pada dirinyalah semua caci-maki itu ada …

Juga heran …, dengan orang yg selalu merasa lebih pintar dari orang lain, sementara dia tak sadar justru dirinyalah yg bodoh …

Saat anda terheran-heran mari merenung hanya karena “Heran” kita bisa terheran-heran begitu kecilnya kita, begitu tak berdayanya kita.
Saya jadi  heran anda masih mau juga baca postingan ini?