Saat ini hampir tiap malam dijumpai berbagai pertandingan sepak bola yang bisa ditonton oleh jutaan masyarakat. Tapi sebaiknya masyarakat juga harus cermat mengatur waktu agar tidak terkena dampak “virus” piala dunia.

Kesenangan untuk terus menerus mengikuti setiap pertandingan piala dunia hendaknya juga diikuti dengan memperhatikan kondisi kesehatan. Karena tak mungkin seseorang bisa tetap sehat jika setiap hari kurang mendapatkan istirahat.

“Selama 1-2 hari pertama mungkin belum menunjukkan adanya gangguan kesehatan, tapi di minggu kedua biasanya baru terasa efeknya. Misalnya flu, pilek, kelelahan, kurang tidur bahkan ada yang sampai mengalami tifus,” ujar Dr.H. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB, saat dihubungi detikHealth, Jumat (18/6/2010).

Dr Ari menuturkan hal ini biasanya dipicu karena tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Apalagi cuaca di luar juga tidak terlalu mendukung seperti kadang panas tapi kadang hujan. Jika kondisi ini berlangsung terus menerus, maka bisa menimbulkan gangguan kesehatan.

Dampak kesehatan yang mungkin terjadi jika seseorang terus menerus menonton bola adalah:

Kurang tidur
Jika menonton bola secara terus menerus maka waktu tidur yang dimiliki seseorang akan berkurang, misalnya ia baru tidur jam 3 pagi tapi baru tidur 3 jam ia sudah harus bangun kembali untuk beraktifitas seperti bekerja atau sekolah. Selain itu jika tim favoritnya kalah, terkadang rasa kecewanya bisa mengganggu waktu tidur. Kondisi tubuh yang kurang tidur ini bisa mempengaruhi kesehatan orang tersebut secara menyeluruh.

Kelelahan

Saat menonton sepak bola seseorang biasanya tak hanya duduk tenang, tapi terkadang disertai dengan berteriak dan bergerak-gerak. Jika kondisi ini terus menerus terjadi setiap malamnya, maka bisa menyebabkan kelelahan. Selain itu kelelahan juga terjadi karena fisik dan mental seseorang dipaksakan untuk bekerja terus menerus tanpa istirahat yang cukup.

Kondisi ini bisa diperparah jika disertai dengan kebiasaan merokok, minum kopi atau mengonsumsi minuman berenergi yang biasanya mengandung ginseng dan kafein. Hal ini tentu saja akan memperburuk kondisi tubuh seseorang.

Kambuhnya penyakit kronis dan penurunan daya tahan tubuh
Dampak kelelahan yang terjadi adalah gangguan kesehatan secara umum, seperti kambuhnya berbagai penyakit kronis dan menurunnya daya tahan tubuh. Kelelahan serta tingkat stres yang tinggi bisa sangat mengganggu proses metabolisme dan hormonal di dalam tubuh. Gangguan kesehatan lain yang bisa timbul adalah gangguan sistem pencernaan, gangguan sistem jantung dan pembuluh darah termasuk pembuluh darah yang ada di otak.

Jika sudah muncul gejala gangguan kesehatan seperti mual, muntah, sakit kepala, kurang konsentrasi serta nyeri dada, maka itu adalah peringatan agar seseorang mulai beristirahat dan mengurangi jadwal nonton bolanya.

“Sebaiknya jangan menguber semua pertandingan, misalnya ada 3 pertandingan pilih salah satu saja dan jangan ditonton semuanya. Misalnya memilih pertandingan yang jam 1, maka sebelumnya usahakan untuk tidur terlebih dahulu sehingga tubuh bisa istirahat,” ujar dokter dari departemen penyakit dalam FKUI-RSCM.

Lebih lanjut dokter yang juga suka menonton bola ini menyarankan sebaiknya masyarakat tetap mempertahankan jumlah waktu tidur minimal 6 jam, saat ada kesempatan untuk beristirahat maka digunakan dengan baik. Mengonsumsi makanan sehat yang tidak mengandung coklat, keju, berlemak, mengurangi goreng-gorengan, tetap mengonsumsi air putih minimal 2 liter sehari serta perbanyak konsumsi sayur dan buah.

“Mengurangi rokok, minuman bersoda, jangan mengonsumsi kopi lebih dari dua cangkir sehari dan jangan mengonsumsi suplemen atau minuman berenergi, karena yang dibutuhkan tubuh adalah istirahat. Hal terpenting lainnya adalah tetap melakukan olahraga secara teratur,” ujar dokter yang tergabung dalam PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia).

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut dan mengantisipasi kelelahan serta dampaknya bagi kesehatan, maka seseorang bisa tetap menyaksikan pertandingan piala dunia sampai satu bulan ke depan dan tetap beraktivitas sehari-hari dalam keadaan sehat. (detik.com)