Si sulung lulus dari Sekolah Dasar, disamping terus memompa semangatnya untuk terus belajar, saya mulai sibuk  cari-cari SMP yang cocok walaupun itu bukan sekolah favorit.  Pilihan saya adalah sekolah negeri karena SMP Negeri masih dapat subsidi dari Pemerintah walaupun tidak 100% sih, pengalaman tahun lalu untuk pendaftaran dan uang gedung memang gratis, tapi ada sumbangan sekarela yang benar-benar tidak dipaksakan, besarnya tergantung keiklasan kita, itupun bukan pihak sekolah yang mengutip.  Jadi pilihan saya jatuh ke SMP Negeri.

Saya tidak pernah mentargetkan anak saya harus masuk sekolah negeri tertentu yang favorit, saya hanya mencoba realistik sesuai dengan kemampuan sianak sendiri.  Berkaca dari cerita pengalaman tetangga, kebetulan banyak tetangga tahun lalu juga menjalani hal yang sama, hanya tiap anak punya kemampuan yang beda jadi lain pula yang harus dipersiapkan.  Saya sangat yakin dia bisa masuk SMP Negeri yang notabene cukup  favorit di kampung saya  (red.SMP 4 Sungguminasa).

Dan ternyata anak pertama saya diterima di SMP Negeri tersebut.  Alhamdulillah dia mampu dengan usaha keras, untuk si adiknya yang mau Masuk SD saya akan tunggu hasil pendaftarannya yang juga InsyaAllah diterima.

Berdasarkan pengalaman minimal mendaftar  2 sekolah SMP sebagai salah satu alternatif, atas saran dari pihak sekolah sebaiknya diisi dari sekolah yang memiliki standard lebih tinggi dan diikuti yang lebih rendah, dan sebaiknya sekolah yang berbeda.  Bila tidak lolos, jangan khawatir masih ada gelombang kedua,  Semoga berguna.